Electrified

29/10/2026

Simak Kembali Kelebihan Toyota Hybrid System, Mesin Atkinson Cycle Lebih Efisien dan Hemat Bensin

Salah satu keunggulan mobil hybrid Toyota adalah efisiensi mesin bensin yang sangat tinggi. Toyota mengambil pelajaran dari cara pelanggan di seluruh dunia menggunakan mobil hybrid sejak kehadiran Toyota Prius di tahun 1997.

Apa Target dari Toyota Hybrid System?

Dimulai dari Toyota Hybrid System (THS) Gen-1 hingga sekarang sudah memasuki generasi ke-5 yang dipakai oleh Kijang Innova Zenix Hybrid EV. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi mesin supaya dapat menekan emisi semaksimal mungkin.

Di Indonesia, rekam jejak mobil hybrid Toyota dimulai sejak Toyota Prius hadir di tahun 2009. Toyota mengembangkan teknologi hybrid yang dapat beroperasi dengan baik dan sesuai kebutuhan mobilitas pelanggan tanpa perlu mengubah gaya hidupnya.

Mesin Atkinson Cycle yang Lebih Efisien

Dikutip dari Pressroom Toyota Indonesia, Toyota memilih Atkinson cycle dengan prinsip kerja yang sedikit berbeda namun signifikan manfaatnya dalam meningkatkan efisiensi mesin ketimbang Otto cycle mesin ICE pada umumnya.

Kedua siklus sama yakni mesin pembakaran dalam 4 siklus kerja. Bedanya terkait kinerja katup yang mengatur masuknya BBM dan udara (katup isap) dan gas buang hasil pembakaran (katup buang) yang diatur untuk meningkatkan efisiensi mesin.

Pada Atkinson cycle, intake valve atau katup masuk tertutup lebih lambat saat langkah isap daripada siklus Otto. 

Ketika piston sudah mulai bergerak ke atas untuk memulai langkah kompresi, katup masuk masih membuka yang menyebabkan sejumlah campuran udara dan bahan bakar dikeluarkan lagi dari ruang bakar menuju saluran masuk.

Teknologi Dual VVT-i yang mengatur timing intake valve, membuat siklus Atkinson memiliki beberapa kelebihan dibanding siklus Otto pada ICE (Internal Combustion Engine) biasa. Sehingga, semua HEV Toyota menggunakan engine jenis ini.

Seperti bahan bakar yang dipakai relatif lebih sedikit karena proses kompresi yang lebih pendek, efisiensi thermal mesin lebih tinggi, emisi lebih rendah akibat temperatur gas buang lebih rendah, dan menyediakan udara bertekanan pada siklus selanjutnya. Mirip prinsip kerja turbo akibat intake valve terlambat menutup.

Improvement pada Toyota Hybrid System

Menggunakan Series-Parallel Hybrid System, Toyota Hybrid System (THS) merupakan pengendali hybrid engine Toyota. Pengalaman mengembangkan HEV membuat THS sanggup memberikan efisiensi mesin yang secara halus dan tanpa jeda berpindah antara penggerak mesin bensin dan motor listrik. 

Dari generasi ke generasi, THS meningkatkan sinergi keduanya dalam memperoleh efisiensi terbaik sehingga hemat BBM. Sepanjang kapasitas baterai hybrid masih memadai, sistem akan memaksimalkan operasional motor listrik, khususnya dalam kondisi stop and go di jalan perkotaan. 

Mesin bensin baru akan bekerja saat mobil membutuhkan tenaga lebih kuat atau kapasitas baterai berada di titik pengisian. Mesin bensin dan motor listrik bahu-membahu menyalurkan tenaga sehemat mungkin tapi tetap optimal, seperti saat menyalip, di tanjakan, serta cruising di jalan tol. 

Fitur Energy Regenerative Brake System berfungsi untuk mengubah tenaga kinetik saat pengereman menjadi energi listrik untuk mengisi daya baterai lewat motor listrik. Tidak ada tenaga terbuang karena energi berlebih dari motor listrik akan disalurkan untuk mengisi baterai.

EV Mode memberikan pengalaman unik mengemudi mobil listrik yang nol emisi, senyap, dan tanpa BBM. Bermodalkan baterai kapasitas tinggi dan pengisian cepat, membuat mode EV dapat bekerja lebih lama sehingga menekan konsumsi BBM dan mereduksi emisi di taraf maksimal.

Desain motor listrik yang dibuat lebih kompak namun tambah powerful. Termasuk pula pada ukuran dan kapasitas baterai supaya lebih efektif dalam menyalurkan tenaga ke motor listrik.

Toyota mengklaim emisi mobil hybrid turun sekitar 50% dari versi konvensional. Selain itu, sistem pengisian baterai yang berkelanjutan membuat pelanggan terbebas dari range anxiety lantaran daya baterai tidak akan habis di jalan.

Kesimpulan

  • Di Indonesia, rekam jejak mobil hybrid Toyota dimulai sejak Toyota Prius hadir di tahun 2009. Toyota mengembangkan teknologi hybrid yang dapat beroperasi dengan baik dan sesuai kebutuhan mobilitas pelanggan.
  • Toyota memilih Atkinson cycle dengan prinsip kerja yang sedikit berbeda namun signifikan manfaatnya dalam meningkatkan efisiensi mesin ketimbang Otto cycle mesin ICE pada umumnya.
  • Dengan Series-Parallel Hybrid System, Toyota Hybrid System (THS) merupakan pengendali hybrid engine Toyota. THS sanggup memberikan efisiensi mesin yang berpindah seamless antara penggerak mesin bensin dan motor listrik.

1. Apa bukti dari efisiensi mesin hybrid Toyota?

THS membuat operasional mesin bensin kian rendah sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan. Media GridOto mencatatkan konsumsi bensin Yaris Cross Hybrid EV sehemat 31 km/liter, sedangkan Veloz Hybrid EV seirit 28,9 km/liter.

2. Apa kelebihan EV Mode pada Hybrid EV Toyota?

EV Mode memberikan pengalaman unik mengemudi mobil listrik yang fun, nol emisi, senyap, dan tanpa BBM. Bermodalkan baterai kapasitas tinggi dan pengisian cepat, mode EV dapat bekerja lebih lama sehingga menekan konsumsi BBM dan mereduksi emisi.

3. Bagaimana cara Toyota Hybrid System memaksimalkan kinerja motor listrik?

THS meningkatkan sinergi mesin bensin dan motor listrik dalam memperoleh efisiensi terbaik. Sepanjang kapasitas baterai hybrid memadai, sistem akan memaksimalkan operasional motor listrik, khususnya dalam kondisi stop and go di jalan perkotaan.