Toyota Indonesia telah memperkenalkan Prius Hybrid EV untuk menambah opsi Hybrid Electric Vehicle (HEV). Berdasarkan keinginan untuk meningkatkan daya tarik mobil hybrid ke khalayak yang lebih luas, maka diciptakan konsep Hybrid Reborn.
Apa Keunggulan Platform TNGA Generasi ke-2 pada Prius Hybrid EV?
Dijelaskan oleh Pressroom Toyota Indonesia, platform TNGA-C generasi kedua dikembangkan untuk meningkatkan karakter berkendara yang fun to drive serta center of gravity yang lebih rendah. Penguatan tambahan di seluruh bodi telah meningkatkan stiffnes guna meredam getaran dan memperkuat struktur.
Menggunakan MacPherson struts di depan dan double wishbone di belakang, sistem suspensi memberikan stabilitas berkendara di jalur lurus, responsif untuk memenuhi keinginan pengemudi di tikungan, dan kemampuan mengikuti racing line dengan baik.
Hybrid Engine yang Ramah Lingkungan
All New Prius HEV menggunakan Series Parallel Hybrid System terbaru yang menawarkan akselerasi memuaskan dan kualitas berkendara yang responsif, sambil tetap mempertahankan tingkat efisiensi bahan bakar. Versi Indonesia menggunakan mesin hybrid 2ZR-FXE serupa milik Corolla Cross Hybrid EV.
Unit 1.798 cc 4-silinder DOHC dengan teknologi Dual VVT-i, sanggup menghasilkan daya 98 PS dan torsi 14,5 Kgm. Motor listriknya mampu menghasilkan daya 72 PS dan torsi 16,6 Kgm. Pengujian di Jepang mencatat konsumsi bensin sehemat 32,6 km/liter.
Baterai terletak di bawah kursi belakang yang memberikan Prius Hybrid EV pusat gravitasi lebih rendah dan kapasitas kargo naik. Improvement ini menghadirkan keseimbangan antara performa berkendara yang sporty dan peningkatan kemudahan.
Eksterior Sporty yang ‘Mencuri’ Perhatian di Jalan
Desain keseluruhan yang sederhana dan bersih, terinspirasi oleh aliran udara alami. Siluet halus dan ramping diciptakan dengan mengurangi tinggi sebanyak 50 mm.
Bentuk khasnya dipertegas dengan wheelbase lebih panjang 50 mm. Pada saat yang sama, panjang keseluruhan berkurang menjadi 4.599 mm.
Prius tampil dinamis di mana pada bagian depannya, hammerhead design memadukan lampu yang ikonik secara elegan. Tampilan belakang diberi aksen elemen pencahayaan linier tiga dimensi yang menekankan desain progresif dan canggih.
Island Architecture yang Lapang dan Bebas Stres
Konsep "Island Architecture" menghasilkan interior lapang dan bebas stres dengan kokpit yang memudahkan konsentrasi saat mobilitas di tengah kepadatan jalan. Interior All New Prius menawarkan pengoperasian yang intuitif dan pengalaman berkendara yang menyenangkan.
Interiornya hadir dengan warna hitam di seluruh bagian dan panel instrumen yang terkoordinasi, serta jahitan kursi berkelas. Desain interior menonjolkan keseimbangan antara kesan sporty, nyaman, dan kecanggihan fitur Prius.
Kabinnya dibagi menjadi tiga zona: surroundings, driver module dan floating instrument panel. Surrounding ditunjukkan oleh kabin lega dan ekstra nyaman. Modul pengemudi fokus pada layar LED TFT tujuh inci yang terletak langsung di bidang penglihatan, meningkatkan keselamatan dengan menjaga pandangan pengemudi tetap pada jalan.
Panel instrumen baru memprioritaskan kenyamanan kabin, tata letak rapi, dan fungsionalitas. Prius menggabungkan layar tengah yang lebih rendah dan kontrol AC ramping, sementara penerangan panel instrumen dihubungkan dengan notifikasi Toyota Safety Sense yang memberikan peringatan melalui intensitas cahaya.
Toyota Safety Sense Menjadi Menu Wajib
Toyota Safety Sense (TSS) sebagai teknologi keamanan aktif terbaru dengan fungsi yang lebih canggih dan lebih baik, merupakan standar pada semua jenis Prius. Kisaran objek yang dapat dideteksi telah diperluas lebih jauh untuk memberikan peace of mind.
Kesimpulan
- Toyota Indonesia telah memperkenalkan Prius Hybrid EV untuk menambah opsi Hybrid Electric Vehicle (HEV). Berdasarkan keinginan untuk meningkatkan daya tarik mobil hybrid ke khalayak yang lebih luas, maka diciptakan konsep Hybrid Reborn.
- Unit 1.798 cc 4-silinder DOHC dengan teknologi Dual VVT-i, sanggup menghasilkan daya 98 PS dan torsi 14,5 Kgm. Motor listriknya mampu menghasilkan daya 72 PS dan torsi 16,6 Kgm. Pengujian di Jepang mencatat konsumsi bensin sehemat 32,6 km/liter.
- Toyota Safety Sense (TSS) sebagai teknologi keamanan aktif terbaru dengan fungsi yang lebih canggih dan lebih baik, merupakan standar pada semua jenis Prius. Kisaran objek yang dapat dideteksi telah diperluas lebih jauh untuk memberikan peace of mind.
FAQ
1. Kapan Toyota Prius pertama hadir secara global?
Toyota Prius generasi pertama diluncurkan di bulan Oktober 1997 sebagai kendaraan penumpang hybrid produksi massal pertama di dunia. Prius memiliki level efisiensi bahan bakar 28 km/liter dalam siklus uji 10-15 Jepang.
2. Tahun berapa Prius pertama masuk Indonesia?
Prius generasi ketiga menghadirkan mesin berkapasitas lebih besar 1.800 cc dan sistem hybrid yang lebih efisien dan juga performa berkendara yang fun. Generasi ini juga merupakan pioneer HEV di Indonesia sejak hadir di tahun 2009.
Hybrid Electric Vehicle
Plug-In Electric Vehicle
Battery Electric Vehicle